Senin, 02 April 2012

Depok, 2 April 2012

menanti itu... melawan jemu
menunggu itu..memerangi waktu
dan bertahan itu adalah pilihan


"tak banyak lagi yang bisa kulakukan", "aku sudah melakukan yang terbaik yang kubisa". dua kalimat itu hanyalah penegasan bahwa kelelahan sudah merasuk dalam kehidupan mengalahkan semua kekuatan yang ada. hidup mengajarkan kita untuk tak kenal lelah, lelah berarti kalah. jangan pernah lelah mengejar semua yang diinginkan dan dimimpikan. mimpi akan menjadi sia-sia kalau hanya bisa kita rasakan saat kita memejamkan mata. buatlah mimpi menjadi nyata, bisa kita rasakan saat mata kita terbuka dan jiwa kita bisa merasa. jangan biarkan mimpi-mimpi kita hanya menjadi sekedar mimpi, bunga tidur semata yang ketika kita membuka mata tak ada lg yang tersisa dari rentetan mimpi kita. jangan biarkan hanya kita yang merasakan mimpi itu, biarkan orang lain melihatnya kelak saat kita menjadikannya nyata di dunia. dalam meniti tangga-tangga impian untuk menuju kenyataan, rasanya memang pelik. usaha dan doa menjadi satu rangkaian mantra yang paling sempurna. biarkan basmallah mengiringi tiap inci usaha kita untuk mencapat ribuan mil jarak antara mimpi dan nyata yang ingin kita gapai. akhiri tiap usaha dengan hamdallah. maka insya Allah semakin dekat kita dengan nyata yang sedang kita rajut dari tiap usaha yang kita lakukan.
kadangkala..di batas penantian atas usaha-usaha yang kita lakukan, lelah dan jemu menyerbu hati dan pikiran kita, memperkenalkan kita pada kata 'menyerah'. sesungguhnya saat itulah Allah menguji kesungguhan kita akan usaha-usaha yang kita lakukan. di saat itu Allah juga ingin tahu apakah kita siap dan pantas untuk menghadapi kenyataan yang ada di depan yang sudah dipersiapkanNya. jadi..tak selakyaknya lelah membuat kita kalah. sebagai manusia wajar kalau kita merasa lelah, tapi jangan sampai kelelahan membuat kita menyerah..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar