Kamis, 25 April 2013

malam bersama sahabat [part 7]

apa kabar milikmu yang menyayangimu dengan penuh ketulusan
dan bagaimana keadaan milikku yang mencintaiku dengan penuh pengorbanan

pertanyaan itu membayangi tiap hariku
membuatku menyesal tapi tak mau tau
kau tetap meyakinkanku bahwa kita tak keliru
yang membuatku semakin tahu dimana salahku

bersandar di kursi ruang tamu
kau sandarkan kepalamu di bahuku
menggenggam erat jemariku
membuat suasana makin syahdu

“tak mungkinkah menggugurkan asa yang kau tata bersamanya?”
pertanyaanmu membekukan semua syaraf penggerak rongga mulutku
“tak bisakah membangun rasa kita saja?”
semua kata yang ada di kepala berhamburan begitu saja
aku sungguh tak ingin bicara
kupandang dengan seksama jari manisku
sudah ada cincin disitu
benda kecil itu memberatkan langkahku, termasuk juga langkahku untuk menujumu
kulirik sejenak jari manismu
juga sudah ada cincin disitu
benda kecil yang seharusnya juga menahan keberanianmu utk selalu datang kepadaku

“bukan begini caranya”, jawabku lirih
dalam hatiku seolah ada yang beradu

kupandang jam dinding di sampingku
jarumnya berjalan begitu cepatnya
secepat detak jantung kita berpacu
dua jam berlalu, aku dan kamu
ya, aku dan kamu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar