Jumat, 22 Februari 2013

malam bersama sahabat [part4]

kali ini rintik hujan ramah menyapa
bulan dan bintang tak ada kata
hanya bersembunyi di balik awan saja

diiringi lantunan lagu
berbaring di atas bangku kayu
bertemankan kopi dan kue bolu
kembali menerawang ke masa 5 tahun lalu
jumpa pertama denganmu

suatu pagi, di taman kota
aku bersandar di bawah pohon cemara
kau duduk minum fanta
sambil membaca buku tua berjudul "sejuta matahari"
motinggo busye penulisnya
kau dengan kacamata dan wajah penuh terka

ketidaksengajaan
itulah yang mengawali pertemuan
kebetulan yang melahirkan begitu banyak kebahagiaan
kebetulan yang menggoreskan kisah tak tergantikan

derap langkah kaki sontak menyadarkanku
oh..kamu..
kali ini entah mengapa semua seolah menjadi kaku
bibirku, hatiku, pikiranku
dan begitu pula dengan bibirmu, hatimu, dan pikiranmu

duduk di sampingku seperti 2 malam yang lalu
basa basi biasa yang rasanya kaku
matamu mengatakan sesuatu, yang diterjemahkan perlahan oleh raut wajahmu
aku pun menerka semampuku
menerjemahkan arti pandangmu dan senyumanmu
entah mengapa..kali ini..berbeda untukku..

"WHAT IF LOVE ISN'T AS SIMPLE AS BOY MEETS GIRL?"


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar