Minggu, 04 Mei 2014

Bukan Flu Biasa

Tulisan ini sebenrnya sudah lama sekali saya buat, tepatnya satu minggu tepat setelah saya terdiagnosis menderita sinusitis pada tahun 2005. Saya menuliskan kembali 'ceramah' yang diberikan dokter pada saat menjelaskan hasil foto hidung saya. Untuk menambah pengetahuan saya tentang sinusitis, saya juga membaca beberapa laman kesehatan berharap dapat menemukan cara pengobatan tercepat -tanpa operasi- yang mungkin dapat saya lakukan. Saya juga berbagi cerita dengan teman-teman sesama penderita sinusitis untuk memperoleh pengetahuan lebih tentang penyakit -yang nampaknya enteng- ini.

Tanpa sengaja saya temukan tulisan saya yang sudah berumur kurang lebih 9 tahun ini dalam hardisk portable. And i just wanna share it now. Hopefully it will help you all :)


Dan semuanya berasal dari penyakit influenza yang sering dianggap remeh oleh masyarakat -termasuk saya-.
Influenza atau yang lazim disebut flu memang menjadi penyakit yang dianggap enteng oleh masyarakat. Cukup dengan minum obat dan istirahat saja akan langsung sembuh. Memang benar demikian adanya. Tapi kalau obat dan istirahat tak juga meredakan dan flu yang dialami menjadi berkepanjangan -saya mengami influenza selama kurang lebih 2 bulan sebelum didiagnosis mengidap sinusitis-, mungkin Anda harus mulai waspada akan gejala sinusitis.

Menurut website kesehatan terbesar di Inggris, NHS Choices, peradangan pada rongga sinus atau yang lazim disebut sinusitis sebenarnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Mungkin sebagian besar masyarakat awam belum mengetahui apa sebenarnya rongga sinus dan dimana letaknya. Manusia memiliki 4 pasang rongga sinus, 2 rongga terletak di dahi, 2 rongga di belakang kedua mata, 2 rongga di belakang tulang pipi dan 2 rongga di kedua sisi jembatan hidung. Rongga sinus berfungsi sebagai pengontrol jumlah suhu dan cairan yang akan masuk ke dalam paru-paru kita. Pada umumnya, lendir secara alami diproduksi oleh rongga sinus. Peradangan yang terjadi pada rongga tersebut menyebabkan penyumbatan aliran lendir yang seharusnya dikeluarkan.

Gejala awal penyakit sinusitis dapat dikatakan mirip dengan gejala influenza. Penderita akan mengalami peningkatan suhu tubuh, hidung tersembat, pusing, dan juga rasa sakit dan nyeri di wajah, tepatnya di daerah dahi, pipi, hidung dan di antara mata. Oleh karena itu tak jarang penderita tak menyadari bahwa dirinya mengidap sinusitis.
Sinusitis diklasifikasikan menjadi dua, yakni sinusitis akut dan kronis. Sinusitis akut diawali dengan gejala mirip influenza yang berlangsung selama kurun waktu 12 hari. Apabila gejala tersebut berlangsung melebihi 12 hari dapat dikatakan penderita mengalami sinusitis kronis. Penderita sinusitis kronis biasanya mengeluhkan dirinya mengidap influenza selama berbulan-bulan.

Penderita sinusitis, baik akut maupun kronis dapat mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit untuk meredakan nyeri di bagian wajah. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari Majalah kesehatan Kanada, Best Health, penanganan sinusitis juga bisa dilakukan di rumah dengan pemberian uap panas pada daerah wajah dan hidung dengan menggunakan baskom yang diisi dengan air panas. Penderita sinusitis sebaiknya banyak minum air -bukan air es- agar lendir menjadi lebih encer dan mudah keluar -saya melakukan hal yang paling simple, yakni menggunakan air hangat yang saya masukkan dalam baskom untuk kemudian saya hirup uap yang berasal dari air hangat tersebut-. Ada baiknya jika mulai saat ini kita semua lebih mewaspadai gejala influenza, terlebih lagi jika sudah mengalami gejala tersebut lebih dari 12 hari. Konsultasikan dengan dokter tentang gejala tersebut untuk melakukan deteksi dini terhadap sinusitis.

Semoga semuanya sehat selalu!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar