Kamis, 20 Januari 2011

Dan Tuhan menepati janjinya, Ibuku benar-benar menjadi penerang kehidupanku...

Namaku Ajeng Dianing Kartika. Wajahku mungkin tak secantik nama yang kusandang,tapi aku selalu berusaha mensyukuri semua yang telah diberikan Allah padaku. Meskipun aku tak memiliki tubuh yang indah seperti kebanyakan gadis seusiaku namun aku tak pernah merasa minder. Yah..seperti kata pepatah ”DON’T JUDGE THE BOOK BY ITS COVER”,aku juga selalu berharap bahwa orang tidak akan menilaiku hanya dari penampilan luar saja. Sejak kecil, mama selalu mengajarkanku untuk menjadi orang yang percaya diri, aku tak pernah malu untuk menujukkan bakat atau kemampuanku. Aku terbilang sangat mudah bergaul. Aku tidak suka membeda-bedakan teman dalam bergaul. Aku suka berteman dengan siapa saja karena semua orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagiku, pengalaman adalah guru yang terbaik. Memang terdengar klise, tapi dari pengalamanlah aku mampu menjadi lebih baik lagi.

”DON’T BE USELESS PEOPLE!”. Aku selalu berusaha jadi orang yang berguna bagi diriku ataupun orang yang ada di sekitarku terutama mama. Hidup ini akan terasa sia-sia kalau kita tak bisa berguna bagi yang ada di sekitar kita. 

Semasa sekolah, prestasiku bisa dibilang lumayan. Meskipun aku tak mampu dalam ilmu pasti, tapi itu tak membuatku berkecil hati. Justru dari ketidakmampuanku itu aku bisa menemukan kelebihan yang ada pada diriku. aku lumayan mahir dalam berbahasa asing. Bagiku, mempelajari bahasa asing sangatlah menyenangkan. Sekarang, aku berkuliah di UNESA jurusan Sastra Jerman. UNESA bukanlah pilihan pertamaku. Awalnya, tak mudah bagiku untuk menerima kenyataan bahwa aku tidak diterima di perguruan tinggi yang kuinginkan karena aku sudah berusaha sekuat tenaga. Aku merasa, diterima di UNESA bukanlah apa-apa dan sama sekali tidak membuatku bangga. Aku merasa sudah mengecewakan orang tuaku, terutama mama. Tapi ternyata semua itu salah, aku harus tetap bersyukur atas apa yang sudah diberikan Allah padaku. Mama berusaha membesarkan hatiku, mama bilang Allah lebih tau mana yang terbaik untuk ak dibanding diriku sendiri. Jadi sekarang, aku bisa menjalani kuliahku dengan enjoy tanpa merasa minder atau tak nyaman. Kesuksesan seseorang bergantung pada pribadi orang yang bersangkutan, tidak selalu bergantung pada tempatnya berkuliah. Aku percaya, impianku menjadi seorang wartawan akan mampu kucapai dimanapun aku berkuliah. Semua tergantung pada semangat dan usahaku. yang terpenting be the best wherever i am, that's the point. 


Aku tumbuh menjadi gadis yg tidak cengeng. Kadang aku sangat iri melihat temanku yang bisa dengan mudahnya menangis saat menghadapi masalah. Mereka tampak lega setelah menangis. Tapi, tak begitu denganku. Sejak kecil mama mendidikku untuk tak cengeng,”Menangis tak mampu membuat keadaan lebih baik”,itu yang selalu mama katakan padaku. Mama adalah orang yang menjadi kiblat hidupku. Bagiku ia adalah yang terbaik. Sosok yang paling indah yang telah menggoreskan ribuan kata di tiap lembar kehidupanku. Aku selalu berusaha jadi yang terbaik untuk mama. Aku selalu ingin melihat mama tersenyum dan bangga kepadaku. Aku sangat bahagia dan mensyukuri hidupku saat ini. Mungkin aku tak akan sebahagia ini apabila aku bukanlah seorang Ajeng Dianing Kartika yang dilahirkan oleh seorang wanita hebat yg bernama sri setyo iriani..

i love u mom...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar