Senin, 28 April 2014

BUDIDAYA LEBAH DI SLOVENIA

Lebah, ya hewan kecil penghasil madu ini ternyata memiliki nilai yang cukup istimewa di Slovenia. Budidaya lebah asli Slovenia, yakni jenis lebah Carniolan, merupakan salah satu warisan nenek moyang di negara tersebut yang diwariskan secara turun temurun. Tak hanya untuk diambil madunya, budidaya lebah di negara ini juga membawa pengaruh bagi kesenian dan pariwisata.


Slovenia adalah satu-satunya negara di Uni Eropa yang menetapkan lebah sebagai satwa yang harus dilindungi. Pemerintah Slovenia pun menjadikan lebah asli Slovenia, yakni jenis lebah Carniolan sebagai bagian dari warisan alam dan budaya asli Slovenia. Jenis lebah ini pun menjelma bak selebriti di negara tersebut. Berbeda dengan jenis lebah lain, Carniolan bersifat jinak dan terkenal jarang menyengat manusia. Kelebihan lain yang mereka miliki adalah kekebalan tubuh yang baik dan tahan terhadap udara dingin. Madu yang dihasilkan lebah Carniolan termasuk salah satu madu dengan kualitas nomor satu di Eropa. Madu Carniolan juga diolah menjadi lilin kualitas nomor satu dan sudah diekspor ke berbagai negara di Eropa.

Budidaya lebah Carniolan sudah dilakukan masyarakat Slovenia sejak abad 17. Perkembangan sains pada era itu melahirkan pakar-pakar budidaya lebah terkenal. Teori budidaya lebah yang paling terkenal dihasilkan oleh Anton Janša dan Peter Pavel Glavar. Keduanya merupakan warga asli Slovenia yang didaulat untuk menjadi pengajar di sekolah budidaya lebah Vienna, Austria. Teori mereka masih diterapkan oleh para budidayawan lebah Slovenia saat ini. Bagi para budidayawan lebah pemula di Slovenia yang ingin menambah pengetahuan mereka tentang dunia budidaya lebah, majalah Slovenski čebelar (Budidaya Lebah ala Slovenia) hadir untuk memberikan jawabannya. Majalah ini diterbitkan berkat kerjasama antara komunitas budidayawan lebah dan pemerintah Slovenia.

Panel sarang lebah yang sekaligus menjadi lahan untuk berkesenian

Budidaya lebah Carnolian membawa keuntungan besar bagi sektor ekonomi Slovenia. Tak hanya penjualan madu Carniolan saja yang memberikan pemasukan bagi negara itu. Budidaya lebah juga mengembangkan kesenian yang menggerakkan geliat sektor pawisata Slovenia. Berkat budidaya yang sudah dilakukan masyarakat Slovenia sejak abad 17 ini juga lahirlah seni lukis unik. Seni melukis di panel sarang lebah yang disebut seni lukis kranjič sudah dikenal di Slovenia sejak pertengahan abad 18. Pada mulanya seni lukis ini ditujukan untuk menandai kepemilikan panel sarang lebah sehingga lebih mudah dikenali. Saat ini sudah ada museum dan galeri khusus yang memamerkan deretan lukisan menawan di panel sarang lebah.


Sektor pariwisata Slovenia menawarkan wisata budidaya lebah yang biasa dikunjungi wisatawanpada saat musim panas. Pusat budidaya lebah yang paling terkenal terletak di daerah Brdo pri Lukovici menjadi destinasi wajib bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Wisatawan juga tertarik untuk berkunjung ke museum Apikultur di Radovljica yang letaknya berdekatan dengan Breznica dan rumah lebah Janša yang sudah berdiri sejak 200 tahun silam. Hal unik yang ditawarkan Slovenia dan menjadi ciri khas pariwisata di negara ini adalah atraksi lebah.

Masyarakat Slovenia telah lama menganggap lebah sebagai cerminan sifat rajin. Bahkan lebah telah digunakan sebagai simbol dalam dunia finansial. Gambar lebah tampak di sampul buku bank dan di belakang beberapa uang koin Slovenia. Masyarakat Slovenia pun menyamakan diri mereka dengan lebah. Mengapa harus lebah?, karena sifat lebah yang rajin dan reputasi mereka sendiri sebagai pekerja keras. Pepatah terkenal Slovenia berbunyi, ”Perhatikanlah lebah, dan tirulah mereka.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar